Wefluence kelihatan simpel dari luar, tapi ada beberapa langkah yang jalan di belakang layar. Kalau kamu paham alur besarnya, semua menu di aplikasi bakal langsung masuk akal.
Gambaran besarnya
Satu putaran penuh di Wefluence kira-kira begini:
- Brand bikin kampanye dan isi budget. Brand nentuin produk apa yang mau dipromosiin, aturannya gimana, dan berapa budget yang disiapin.
- Kampanye tayang. Setelah lolos pengecekan, kampanye muncul dan bisa dilihat semua kreator.
- Kreator gabung dan bikin konten. Kreator pilih kampanye yang cocok, lalu bikin video sesuai aturannya.
- Konten disubmit. Setelah diposting di sosial media, kreator kirim link kontennya ke Wefluence.
- Dicek dua lapis. Admin ngecek dulu, lalu Brand yang kasih keputusan akhir approve atau tolak.
- Kreator klaim views. Konten yang approved bisa diklaim viewsnya. Penghasilan masuk ke saldo.
- Saldo dicairkan. Kreator tarik saldo ke rekening bank kapan pun udah cukup.
Dari sisi Brand
Brand cukup fokus di tiga hal: nyiapin kampanye yang jelas, isi budget, dan ngecek konten yang masuk. Sisanya, biar ribuan kreator yang kerja nyebarin kontennya. Brand cuma kepotong budget kalau ada views nyata yang dihasilkan.
Dari sisi Kreator
Kreator kerjanya bikin konten sebagus mungkin, posting, terus klaim views yang didapat. Makin banyak yang nonton, makin gede penghasilannya. Gak ada target followers, gak ada biaya buat gabung.
Peran Admin di tengah
Admin itu wasitnya. Mereka bantu ngecek konten biar sesuai aturan, jagain dari kecurangan, dan mastiin brand maupun kreator sama sama diperlakukan adil. Ini yang bikin ekosistemnya tetap sehat.
Sekarang views kamu klaim sendiri, kapan aja, lewat menu Klaim Views. Gak perlu nunggu diinput manual sama siapa pun.